Assalamu’alaikum Wr Wb,
Hi... “WAN” !, Siapakah Anda ? Siapakah Saya ? Siapakah Kita...?
Mungkin ada yang belum mendengar, ada yang lupa mendengar....
Ada yang terlupa menyampaikan, ada yang tidak tahu apa yang ingin disampaikan....
Ada yang ingin tahu, namun belum ada yang memberitahu....
Maka..., ada yang bertanya tentang siapa dirinya ? Siapa kita ? dari mana asalnya ? dsb....
Sangatlah memprihatinkan ketika seorang anak tidak mengenal orang tua, orang tua tidak lagi peduli kepada anak & cucunya, naif sekali...........
Alhamdulillah, dunia Facebook banyak memberikan hal positif, tentunya apabila kita manfaatkan dengan baik dan benar.
Ketika saya membaca salah satu tulisan di dinding “WAN BERSAUDARA” oleh Ananda / Adinda “WAN JUNITA RAFLAH” yang mempertanyakan asal usul “WAN”, saya sangat terkesan dan ingin sekali berpartisipasi untuk menanggapinya, meskipun tidak memuaskan, namun diharapkan masih berguna bagi kita semua, sebagai langkah awal mencari jati diri yang tidak semestinya hilang begitu saja.
Ketika disebutkan kata / gelar “WAN” yang melekat pada nama seseorang, ada 2 hal yang tidak bisa dipisahkan, yakni Melayu dan Arab.
Tidak semua assimilasi Melayu-Arab diberikan gelar “WAN”
“WAN” adalah wujud assimilasi dari Bangsawan Melayu-Arab, sama halnya dengan Tengku, Tengku Said / Syarifah, Said / Syarifah.
Sepanjang sejarah assimilasi antara Bangsawan Melayu-Arab yang saya ketahui, ada 4 klas garis keturunan yang dibawakan oleh Bangsawan Arab di kawasan bumi melayu, yakni : Tun Syekh, Syekh, Tun Syayid dan Syayid, yang hasil assimilasinya bergelar Tengku, Tengku Said & Tengku Syarifah, Said & Syarifah dan Wan.
Adapun hasil dari assimilasi dimaksud melahirkan gelar keturunan sbb :
Wanita Bangsawan Melayu + Tun Syekh, keturunannya bergelar Tengku (Laki-laki & Perempuan)
Wanita Bangsawan Melayu + Tun Syayid, keturunannya bergelar Tengku Said (Laki-laki) & Tengku Syarifah (perempuan)
Wanita Bangsawan Melayu + Syayid, keturunannya bergelar Said (Laki-laki) & Syarifah (perempuan)
Wanita Bangsawan Melayu + Syekh, keturunannya bergelar Wan (Laki-laki & Perempuan)
Masing-masing dari keturunan tersebut juga terbagi lagi atas beberapa nama keluarga (persukuan) Arab yang diletakkan di belakang nama (contoh : Alhabsyi, Albanafa’at, Almahfuz, Assyagaf, Almunnawar, dll).
Setiap nama keluarga (persukuan) dimaksud juga menjadi nama keluarga pada hasil assimilasi Melayu-Arab itu sendiri, namun nama keluarga tersebut sangat jarang digunakan.
Contoh :
Saya bernama WAN ZALIK, dengan nama keluarga “ALBANAFA’AT”, apabila ditulis secara lengkap maka nama saya adalah “ Wan Zalik Albanafa’at ”.Siapakah nama keluarga anda...?
Bagi saudaraku yang mungkin mengetahui sesuatu yang berbeda berkaitan topik ini atau ingin melengkapi tulisan ini, diharapkan koreksi dan partisipasinya, tks
Semoga bermanfaat ....!

mantapp...lanjutkan pak..
BalasHapusluar biasa pak
BalasHapusKoreksi sedikit Pak Wan....Asal gelar Wan adalah apabila syarifah menikah dengan bukan dengan sayyid.....atau bangsawan melayu menikah dengan orang awam....maka sang anak diberi gelar Wan.....oleh karena itu gelar Wan tidak pernah menggunakan marga arab dibelakangnya karena marga itu berasal dari ayah...
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuswan adalah keturunan dari selir raja siak....
Hapussaid adalah keturunan dari bangsawan arab,yg menikah dengan anak raja yg perempuan...
Dikau ngomong apa kentut...yg jelas wan itu asal muasalnya dari yaman kota maghribi...
Hapussaya adalah keturunan dari wan.kakek saya bernama wan mahadi,ayah saya bernama wan amran.saya tidak tahu sama sekali dari mana dan siapa itu wan?
BalasHapusCicit anda siapa
Hapussaya adalah keturunan dari krluarga wan.atok saya bernama wan mahadi,ayah saya bernama wan amran dan saya tidak tahu sama sekali silsilah dari keturuan wan ?
BalasHapusSebenarnya wan itu berasal dari negeri yaman tepatnya dari kota maghribi datang kenegeri melayu untuk menyebarkan agama islam..kita ini keturunan nabi muhammad.
HapusSy jugA Keturunan wan, sy mahu buat kaji selidik tentang keluarga wan, moyang sy wan majid, datuk sy wan ismail, ayah sy wan azmi dan sy wan arrif
BalasHapusSy Wan Dirhamsyah Bin Wan Zahid,Bin Wan Saleh Al Qudsy.
HapusNak Mendqlami Aja...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSalam kenal saudaraku sebangsa...
BalasHapusMungkin saya keturunan Tengku Sayyid/ Tengku Said...
Orang-orang panggil atok,makcik, pakcik saya dengan panggilan engku... Saya Keturunan ke - 6 dari Yaman.
Nama saya: Said Joni Irawan Bin Said Ramli Bin Said Mahmud Bin Said Hamid Bin Said Kadir Bin Syekh Alqudsy (Hadramaut-Yaman/ Nama asli masih dalam pencarian) Asal perjalanan dari Yaman ke Kerajaan Melayu di Kepulauan Riau (Tempat tepatnya lupa, apakah Lingga atau dll.
Bagi saudaraku yang sama Ibnunya mohon Informasi Nama Kakek buyut kita di Yaman.
Wassaalam.
Terima kasih Infonya berguna untuk Anak Cucu.
BalasHapusAssalamualaikum ya saudara sedarah, bila berkenan bisakah saudara menjelaskan kenapa dikeluarga saya untuk wanita diberi nama Syarifah sedangkan yang lelaki Wan???
BalasHapusSebenarnya wan ini berasal dari arab yaman tepatnya dari kota maghribi diutus kenegeri melayu ini untuk menyebarkan agama islam sambil berniaga...wan ini keturunan nabi muhammad.
BalasHapusSama ceritanya kita berniaga dan syiar agama di puyang kmi menetap di menggala mempunyai istri anak demang di menggala karena membebaskan manggala dri serangan bugis dan palembang dri kekalahan lampung...
HapusMohon maaf boleh tau ada tdk grup utk akhul bait wan di fb biar lebih dekat aja
BalasHapus